Lebih 100 tahun kesan darah di kerusi ini sengaja dibiarkan....kenapa?


Jika anda ada produk atau perniagaan Muslim nak viralkan bersama kami,



Masih kelihatan kesan darahnya, ini adalah kerusi yang Presiden Abraham Lincoln duduk di ketika ia ditembak di belakang kepala oleh John Wilkes Booth lebih 150 tahun yang lalu.

Pembunuhan Abraham Lincoln

Detik pembunuhan Abraham Lincoln

Opera Our American Cousin yang dimainkan di Ford’s Theatre di Washington sedang klimaks, perhatian para penonton terpukau ke arah panggung. Saat itulah, Pelakon bernama John Wilkes Booth mendekati balkoni khusus di mana Presiden Amerika Serikat Abraham Lincoln  sedang berada.

Pelakon pendukung Persekutuan Negeri-Negeri itu menembak bahagian belakang kepala Lincoln, lalu melompat ke panggung di bawahnya sambil meneriakkan'Sic semper tyrannis' -- 'begitulah jadinya para penzalim', sebelum akhirnya melarikan diri malam itu juga.

Keesokan harinya, pada 15 April 1865, Abraham Lincoln mengembuskan nafasnya yang terakhir.

VIRALKAN ARTIKEL DI ATAS
Klik button Facebook, Twitter, WhatsApp di bawah



Jika anda ada produk atau perniagaan Muslim nak viralkan bersama kami,
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tiada ulasan

Dikuasakan oleh Blogger.